Posts

Masih Punya Kemaluan Pak?

Image
Bapak Wali Kota Bapuyu Provinsi Haruan, saya itu mau bertanya. Bapak jantan? masih punya kemaluan? Jujur pak, sebagai warga saya itu agak sulit sudah memandang bapak sebagai laki-laki berkemaluan. Saya itu bertanya ya memang karena ada sentimen pribadi gitu loh. Masalahnya, sejak bapak berkuasa, jalan di depan rumah saya tak kunjung jadi jalan. Kalau hujan sering bingung dimana got, dimana sungai, dan dimana danau pak! Eh. Padahalkan jaraknya cuma beberapa kali koprol dari kantor bapak. Gini loh pak wali, kalau kami lewat dijalan itu seperti lagi naik perahu membelah ombak. Goyang-goyang tak karuan. Disitu itu ya pak, kalau ada perempuan hamil yang mengalami kesulitan melahirkan, tinggal lewat ya langsung brojol anaknya. Tak nunggu itu kejadian kan? Pak wali. Laki-laki yang jantan itu kan pastinya berkemaluan dan punya malu kan pak? Bapak wali gmn? Laki? Soalnya selama ini kalau dilihat sih ga, ngomong jago tapi kerja loyo. Soalnya udah beberapa abad tak bisa juga bener tuh ba...

Ada yang tak Mengenal Musim

Image
Ada yang tak mengenal musim, tidak tahu kemarau. Selalu hujan dan meluapkan rindu. Lalu, membuatmu tenggelam dalam enangan. Tapi aku. Tak pernah tahu jalan mana yang tanpamu. Karena telah kulukis bayangan dengan sebagian darimu. Mungkin hanya dalam gelap kau bias dan hilang. Aku berlari begitu cepat. Melihat, mengingat lalu melupakan. Berhenti dan sadar, banyak yang telah dilewati. Lalu apa yang tersisa dariku? Harapan? Tidak. Telah jua kau tewaskan itu di medan pertempuran bernama waktu. Dan hidup hanya soal maju. Seperti juga rinduku, rindumu pasti tak mampu mengembalikan langkah yang telah dijejakan dalam perjalanan. Palangka Raya 2016

Bersihkan Bekas Makan, Aku Tak Lagi Berkuasa

Image
Hari ini aku sudah tak lagi berkuasa. Sesuai aturan di negeri ini, harus kutinggalkan kursi empuk, mobil dengan nomor polisi angka satu serta kenyamanan-kenyaman. Mulai besok, tanda tanganku tak lagi diburu oleh investor maupun kepala-kepala dinas. Bahkan mungkin akan jarang mendapat pesan singkat berisi "mohon bantuan" atau keinginan bersilatuhrahmi dari oknum-oknum wartawan maupun LSM. Ah... Tiba-tiba aku teringat, ternyata selama aku berkuasa, daerah ini telah banyak berubah. Pulau yang dulunya hutan tropis dengan tanah bergambut, kini dipenuhi buruh dan tanaman sawit. Bahkan juga banyak pertambangan disini. Jalan-jalan dari desa ke desa, kecamatan ke kecamatan dan kabupaten ke kabupaten sudah tembus. Aku sudah begitu berjasa. Aku berterimakasih kepada nenek moyangku, karena tanah ini begitu subur dan kaya. Sampai-sampai pengusaha-pengusaha itu berebut. Tahu tidak? Untuk sekali tandatanganku saja atau sekalimat ucapanku, investor dari Malaysia atau dari Tiongkok itu ha...

Taman Air di Atas Arang Flamboyan Bawah

Image
Oleh: Roni Sahala WARGA di Gang Achmad Yani V Komplek Flamboyan Bawah Palangka Raya mengaku resah. Diantara mereka beredar kabar, pemukiman kumuh dan padat tempat rumah mereka berdiri saat ini terancam akan dibumihanguskan. Dua wanita berusia 40 tahunan di hari Sabtu (19/9/2015) siang yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Di teras rumahnya yang terbuat dari kayu tanpa cat, beratap seng dengan kabel listrik menjuntai, sedang berbincang. Sambil mengupas kulit buah pinang sementara yang seorang lagi membersihkan gelas-gelas bekas air mineral mereka bicara berbahasa Dayak Kahayan. "Hiningmuh auh Indu Juang, tege oloh dumah iye mander mun dia pindah besiap ih huma buah papui (Dengar cerita Ibu Juang, ada orang mendatangi dia bilang kalau tidak pindah ya siap-siap rumah dibakar),” kata yang seorang. “Iye te, mikeh-mikeh aku hining auh jite (Iya itu, saya jadi takut mendengarnya),” jawab yang satunya lagi. Pembicaraan mereka terus berlanjut walau kadang kata-katany...

Mencintaimu Sebagai Hujan

Image
Ibaratkan aku sebagai lily di musim kemarau Mencintaimu sebagai hujan Maka jatuhlah pada tubuhku yang dahaga Tenggelamkan kering seperti senja selimuti bumi dengan jingga Palangka Raya, September 2015

Beras, Akik dan Kasih

Image
Suatu malam, seorang kawan menghubungi saya mengajak mengobrol di sebuah warung pinggir jalan. Singkat cerita, kami pun bertemu dan membahas topik tentang batu akik yang saat itu di sedang trend. Sambil menikmati kopi hitam panas, sementara udara dingin musim kemarau menari-nari menggerayangi kulit, pembicaraan itu kemudian sampai pada cerita, alasan mengapa kawan saya hobi mengoleksi batu akik. Kata dia, semua berawal dari saat dia masih anak-anak. Ayahnya adalah seorang pedagang beras yang berjualan di kios sederhana. Sebagai orang Betawi, ayahnya memang memiliki kebiasaan mengenakan cincin batu akik. Pada suatu hari, ada seseorang yang datang ke kios ayahnya dan mengaku tak memiliki uang. Orang tersebut sangat membutuhkan beras dan hanya memiliki sebongkah kecil batu. Dia pun berkata jujur, jika berkenan batu itu ditukar berberapa kilogram beras. Tanpa banyak pikir, ayahnya kemudian memberi beras dan bahkan berusaha menolak pemberian bongkahan batu tadi. Namun orang tersebut...

Gelas Vanilla

Image
Pada mulanya gelas kaca terisi vanilla Lalu kau menciptakan tetes hujan, maka kugambarkan setangkai merah kerinduan Pada mulanya lautan dalam penuh harapan Lalu, doa-doa panjangmu yang perlahan, menjadikan aku penuh ketidakpahaman. Palangka Raya, 2015